Hadapi Uji Petik Reformasi Birokrasi, Pengadilan Agama Tangerang hadirkan Tim Reformasi Birokrasi MARI

TANGERANG | pa-tangerangkota.go.id

Pengadilan Agama Tangerang mendatangkan Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam kegiatan Pendampingan Uji Petik Reformasi Birokrasi pada Rabu (30/05) di Aula Cakra Pengadilan Agama Tangerang. Tak tanggung-tanggung, Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang hadir untuk melakukan pendampingan adalah Ketua Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jeanny Hilderia Veronica Hutauruk, S.E., Ak., C.A., M.M. yang datang pukul 06.30 pagi di Pengadilan Agama Tangerang bersama tim yang terdiri dari Widiyanti, S.H., M.H. (Kabag Ortala Badilmiltun), Lamtur Pandapotan Simanullang, S.E., M.M. (Kasubbag Anggaran dan Perbendaharaan Badilmiltun), Lambok H. Simbolon (Staf Dirjen Badilmiltun) dan Jenifer Aurora Michelle (honorer).

Sebelum pendampingan diadakan sosialisasi ulang tentang Reformasi Birokrasi yang dihadiri oleh seluruh hakim, pejabat struktural dan fungsional serta pegawai Pengadilan Agama Tangerang yang dimulai pukul sembilan pagi hingga sebelas, Jeanny mengatakan bahwa reformasi birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (bisnis proses) dan sumber daya manusia (aparatur). Untuk itulah dinamakan reformasi, re = ulang form = bentuk/tatanan, reformasi penataan ulang atau pembaharuan. Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperharui.

           “Bapak dan Ibu tidak perlu tegang, saya dan tim datang untuk mendampingi bukan untuk menguji, setelah sosialisasi kami akan melihat berapa persen kesiapan Pengadilan Agama Tangerang dalam uji petik reformasi birokrasi. Bilamana ada kekurangan, baik dokumen dan eviden, akan kami beritahukan dan kami arahkan,” ujar Jeanny mencairkan suasana.

          Jeanny memaparkan bahwa SAPM (Sertifikasi Akreditasi Penjaminan Mutu), Sertifikat ISO (International Standards Organization), adalah bagian dari Reformasi Birokrasi sebagai langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional Dengan dilaksanakannya Reformasi Birokrasi pada organisasi  selain organisasi menjadi pemerintahan yang baik, naik kelas/peringkat dan naik tunjangan kinerjanya, hal ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat agar mendapat pelayanan yang prima.

           Usai sosialisai di Aula Cakra, acara dilanjutkan dengan pendampingan kepada Tim Reformasi Birokrasi Pengadilan Agama Tangerang di Ruang Rapat Pimpinan ba’da shalat dhuhur hingga pukul empat sore. Setelah kegiatan selesai, Jeanny, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Badilmiltun itu mengapresiasi aparatur Pengadilan Agama Tangerang yang berkomitmen tinggi, antusias, responsif dan siap mental dalam melaksanakan reformasi birokrasi.

“Kami lihat sudah 75% persiapannya, tinggal dilengkapi eviden-evidennya, dan saya do’akan agar Pengadilan Agama Tangerang lulus dengan nilai yang baik dan terpilih menjadi duta reformasi birokrasi tahun ini” ujar Widiyanti selaku tim yang bertugas memeriksa dokumen dan eviden-eviden reformasi birokrasi, yang sontak diamini oleh Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Panitera dan seluruh tim reformasi birokrasi Pengadilan Agama Tangerang dan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Ketua Pengadilan Agama Tangerang Dra. Hj. Muhayah, S.H., M.H. mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka keinginan Pengadilan Agama Tangerang menjadi lembaga yang baik (good governance) sekaligus persiapan uji petik reformasi birokrasi setelah terpilih menjadi salah satu dari delapan satuan kerja se-Indonesia di wilayah Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung yang akan diuji oleh Tim Evaluator Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berdasarkan Surat Dirjen Badilag Nomor 1260/DjA/OT.01.1/05/2018 perihal Daftar Usulan Pengadilan Agama Untuk Uji Petik Reformasi Birokrasi.

“Saya bersyukur, Tim Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung menyambut baik permohonan pendampingan yang kami usulkan, sebenarnya reformasi birokrasi di Pengadilan Agama Tangerang telah dimulai sejak 2015 lalu dan telah diuji petik tahun 2016, alhamdulillah tahun ini kami terpilih kembali untuk diuji petik yang kedua kalinya. Sungguh merupakan suatu kehormatan menjadi salah satu dari delapan peradilan agama se-Indonesia yang diusulkan, untuk itu kami mohon do’a agar Pengadilan Agama Tangerang lulus agar menjadi lembaga yang baik memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, khususnya kepada pencari keadilan.” pungkasnya seraya menutup acara. (/ffn)