MUNGGAHAN PENGADILAN AGAMA TANGERANG

TANGERANG | pa-tangerangkota.go.id

Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1439 H., Pengadilan Agama Tangerang beserta keluarga besar mengadakan acara "munggahan", Jum'at (11/05). Sebenarnya, apa itu "Munggahan"? dilansir dari blog ugm.ac.id, secara etimologis "Munggahan" berasal dari kata "unggah" yang memiliki arti mancat atau memasuki tempat yang agak tinggi. Kata unggah dalam kamus Basa Sunda berarti kecap pagawean nincak ti han-dap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur (Danadibrata, 2006:727), artinya kata kerja beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas. Di dalam Kamus Umum Bahasa Sunda (1992), munggah berarti hari pertama puasa pada tanggal satu bulan ramadhan.



Sedangkan “munggah” dalam menghadapi bulan puasa, yaitu unggah kana bulan nu punjul darajatna, artinya naik ke bulan yang luhur derajatnya. Dari kata munggah tersebut tersirat perubahan, baik secara lahiriyah dan (seharusnya) batiniyah. Secara lahiriyah misalnya, kita harus menahan diri dari rasa haus dan lapar. Jadwal makan berubah dari biasanya, tapi seharusnya berubah dalam pemikiran, ibadah, sikap hidup dst. yang tentunya ke arah yang lebih baik. Seandainya semua itu terlaksana, itulah orang yang benar-benar menang, (suci, fitri) di hari lebaran. Seiring dengan perkembangan zaman Munggahan hanya diartikan sebagai makan-makan atau kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman dalam menyambut bulan ramadhan. Meski tradisi munggahan mulai memudar, walau belum hilang secara keseluruhan, tapi dengan acara makan bersama tersebut diharapkan bisa mempererat tali silaturahmi.

Begitupula dengan i'tikad baik yang digagas oleh Ibu Ketua Pengadilan Agama Tangerang, Dra. Hj. Muhayah, SH., MH., beliau berharap acara ini dapat mempererat silaturahjim antar keluarga besar Pengadilan Agama Tangerang, baik dari pegawai maupun keluarga pegawai. Acara yang berlangsung dengan hangat, akrab dan khidmat ini diisi dengan Ceramah Agama oleh H. Antung Jumberi, SH., M.H.I. dan ditutup dengan doa oleh Drs. H.  Moch. Tadjuddin, MH.  usai menunaikan Shalat Jum'at, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. (/ffn)